Apa kebenaran itu ada ?

Pernahkah kita berfikir kebenaran yang kita percayai adalah kebenaran yang sesungguhnya ? Apa jadinya jika kebenaran yang kita percayai selama ini adalah salahsatu kesalahan yang dibenarkan dari generasi ke generasi.

Pemikiran seperti ini membuat kita menjadi meragukan banyak hal, mungkin ini menjadi salahsatu hal yang salah dari diri kita, namun, itulah manusia. Sifat daripada manusia yang ingin tahu.

Kembali tentang kebanaran. Adanya kebenaran karena adanya kesalahan. Dikatakan benar karena ada pembanding berupa salah. Namun bagaimana jika tidak ada kesalahan? Apakah kebenaran itu masih tetap ada ?. 

Kebenaran terjadi karena proses kepercayaan dari generasi kegenerasi, turun temurun. Kebenaran terjadi karena orang menganggap hal ini dapat menyelamatkannya dari bahaya contohnya. Atau hal ini dapat memberikan kedamaian pada dirinya. 

Saya menggunakan kata 'dirinya', karena pasti kebenaran tidak akan sejajar atau diakui oleh semua orang. Sekali lagi, ini berkaitan tetang kepercayaan.

Jadi Kebenaran adalah sesuatu hal yang tidak dapat diukur. Hal Kebenaran pada diri seorang A, belum tentu dibenarkan oleh seorang B, begitu pula sebaliknya. Disinilah akan terjadi interkasi antar individu menayakan dasar dari kebenaran masing masing. Ini lumrah. 

Karena sifat manusia selalu bertanya.


✍🏻 3 months ago

👆🏼 Kembali ke Tulisan.
👈🏼 Kembali ke Awal.