Berfikir secara Logika dan Perasaan.

Pandemi Covid-19, Bencana besar yang berupa biologis menyerang makhluk hidup. Banyak duka, banyak kematian, banyak ketakutan. 2021, Alam, menyambut tahun baru dengan bencana di Indonesia. Sekali Lagi, Duka menyelimuti kita. 

Pernahkah kita berfikir bahwa Alam menegur kita ? 

Pernahkah kita berfikir bahwa Tuhan menegur kita ?

Jangan sekali kali merasa kaya, merasa punya segalanya, merasa bisa melakukan sesuatu sebebasnya. Minta maaflah orang orang yang bersenang senang ketika pandemi, berfoya foya, berpesta, jalan jalan dan menikmati dunia seakan lupa dengan teguran Tuhan dan Alam.

Di sisi lain, orang orang kelaparan dan kedinginan karena pandemi karena bencana, ketakutan, kegelisahan, kesedihan, dan kehilangan orang yang dicintainya.

Jika kita mampu, berilah apa yang mereka butuhkan, jika tidak, diam dan do'akan lah orang orang yang terkena dampak bencana ini.

Berfikir secara logika, bedakan kebutuhan, dan ketidakbutuhan.

Berfikir secara perasaan, bedakan hawa nafsu, kesenangan duniawi dan rasa kasihan.

Senyum kita disini hanya akan menyakiti orang orang yang terkena bencana. 

Mari menjadi manusia yang berfikir.


✍🏻 2 months ago

👆🏼 Kembali ke Tulisan.
👈🏼 Kembali ke Awal.