Perlukah kita merubah orang lain?

Manusia adalah makhluk individu. Artinya, tidak sepatutnya kita merubah orang lain. Orang lain bisa berubah karena kita. Loh, maksudnya bagaimana?. Simpel nya, kita harus merubah diri kita menjadi lebih baik. Setelah itu pada akhirnya, orang lain akan mengikuti kita. Berubah menjadi lebih baik.

Bersikap lah tidak peduli. Dan ingatlah, kebaikan kita belum tentu di terima oleh semua orang.

Kembali ke topik, merubah orang lain adalah salahsatu pemaksaan kita. Tapi bagaimana jika orang itu terjerumus ke jalan yang salah?.

Mungkin bisa di tolerir jika dia masih duduk di bangku sekolah, siswa contohnya, atau anak kecil. Walah wajiblah kita untuk mengarahkan ke hal yang baik. Dan sebenarnya itu bukan merubah orang lain, namun mengenalkan dunia pada orang lain.

Pertanyaan nya bagaimana untuk merubah orang lain? Jika di ibaratkan sebagai adonan semen, merubah orang selain siswa ( artinya mahasiswa/orang dewasa ) sangat susah, karena semen telah mengeras. Yang bisa melunakannnya adalah diri orang itu sendiri.

Kesadaran setiap manusia, itu yang penting. Mengapa bisa sekeji itu? Karena dikatakan kita dewasa, adalah bisa membedakan mana yang baik, mana yang buruk. Dalam segala konteks. Sudah saatnya kita terbang, jika diibaratkan seekor burung.

Kemudian, bagaimana nasib orang yang telah terlanjur salah jalur kehidupan. Perbaiki diri kita. Itu saja. Dengan memperbaiki diri kita menjadi lebih baik, orang orang disekeliling kita akan merasakan kebaikan dan tersadarkan dengan sendirinya. Itu makna dari kata perbaiki.

Jika kita di sibukkan memperbaiki diri orang lain, kita hanya makan waktu. Buang waktu.

Buat motivasi untuk diri kita sendiri, niscaya orang orang disekitar kita mendapatkan dampak baik nya.

Saling menguntungkan bukan?


✍🏻 2 months ago

👆🏼 Kembali ke Tulisan.
👈🏼 Kembali ke Awal.