Mobil Kesadaran.

Mobil Kesadaran,

"Yap! Apa sih itu? kok mobil punya kesadaran? gimana sihhh."

Tunggu tunggu, mohon di tahan, ini ujian.

Bercanda-Bercanda ko.

Jadi Apa sih mobil kesadaran? sedikit mengutip tulisannya Mark manson di bukunya yang berjudul "Segala-galanya Ambyar".

Jadi di ibaratkannya diri kita adalah sebuah mobil, dan penumpangnya adalah otak kanan "Si Perasa Hebat", dan otak kiri "Si Pemikir yang hebat".

Mereka selalu berdebat di dalam mobil itu. dan pada akhirnya mereka engga pernah serasi atau satu kepala. Mungkin temen temen mengerti bukan? pembicaraan ini mengarah kemana? Yap, ini mengibaratkan diri kita yang selalu labil di setiap kondisi.

Bukan berati saya engga seperti itu karena menggurui temen temen semua, engga, engga ko. Saya juga seperti itu ko.

Disini kita saling mengingatkan saja, karena kita engga sempurna dan harus dinilai oleh orang lain.

Baik, Kembali lagi ke permasalahan sebelumnya, diri kita itu labil. Di balik kelabilan itu ada peperangan di otak kita, yap "Si perasa" dan "Si Pemikir". Mereka selalu berdebat, engga pernah serasi 1 tujuan. Balik lagi ke mobil kesadaran kita, di sana baru ada penumpang, oleh karena itu kita membutuhkan supir, yap supir.

supir ini adalah Hati kita. Hati Nurani kita. Jadi kita engga boleh memihak "si Pemikir" ataupun "Si Perasa" ini, kalo kita memihak salahsatunya akan sangat bahaya, mengedepankan perasaan daripada logika itu menghancurkan diri kamu sendiri, begitu pula sebaliknya.

"Si Supir" sangat berperan penting di sini. Sebagai Supir Mobil, dia punya aturan dong dari intansi nya, punya standarnya sendiri. Gak bisa harus selalu mengikuti ke ingingan si penumpang, apalagi punumpang seperti mereka. Berbahaya. Jadi apa Makna dari semua tujuan cerita diatas? intinya kita harus bisa membedakan mana yang baik, mana yang salah, dan kita harus bisa menempatkan waktu dan tempat, dimana kita menggunakan dominan perasaan, dominan logika atau keduanya. Hati kita yang akan berperan penting disini. Rawat dan jaga Hati kita.