Ngepost ke sosial media.

Memposting sesuatu Jadi sarapan orang milenial, baju baru, post, rumah baru, post, rambut baru, post. Atau sampai mood Kamu di post juga? orang berpikir, memposting sesuatu bisa menyenangkan, bisa menenangkan hati mereka.

kamu seperti ini?

Berarti kamu kesepian.

Kesepian gimana sih? Iya kesepian, secara nggak langsung kamu butuh perhatian orang lain, eksistensi. Di sinilah bahayanya, kita ambil contoh aja kamu memposting mood kamu, semisal sedih di sosial media, hanya ada dua tipe netizen.

  1. Orang yang mengasihi kamu, dan orang yang memaki kamu. Mau itu teman, sahabat, Pacar, pasti ada di salah satu kubu itu. Orang yang mengasihi kamu, akan menanyakan "kamu kenapa?".
  2. Dan orang yang memaki kamu, di dalam hatinya akan bersorak riya memuas muasimu. Jahat ya.

Namun ya begitulah social media. Tapi poinnya, bukan kamu harus memilih kubu yang mana, malah jangan memilih keduanya. Buat apa dikasihani orang lain? Buat apa di caci maki orang lain? Jangan pilih dua kubu itu.

Sebenarnya ada satu kubu yang saya tidak masuk kan, dan memang kubu itu tidak termasuk kedalam sekte sosial media. kubu ini kubu yang bebas, dan kamu pasti nyaman dengannya. Kubu yang selalu menanti kamu "pulang".

Yap. kubu dunia nyata. Gak ada yang bisa mengalahkan kubu ini. Lupakan sosial media lupakan post-post yang gak perlu. jauh kan semua itu, cukup matiin sosial media kamu, dan mulai berbicara dengan orang lain, cukup kolaborasi dengan orang lain. "Orang asli" tentunya.

Sosial media, post ini itu ( yang tidak bermanfaat ), lupakanlah.

Pasti kamu akan merasakan dampak yang lebih baik kemudian hari.